Selasa, 22 November 2011

perusahaan dagang dan jasa

Perbedaan Perusahaan jasa dengan perusahaan dagang



Dalam mata kuliah FUNDAMENTAL ACCOUNTING 2 kita di jelaskan tentang tata cara melakukan penjurnalan mulai dari adanya transaksi sampai pembuatan jurnal penutup. Tapi semua juga tahu jika ada perbedaan pada tiap-tiap perusahaan. berikut ini akan di jelskan tentang perbedaannya,meskipun tidak bisa secara lengkap dan mendetail.Tapi menurut saya ini perlua,karena juga bisa sebagai ajang referensi jika ingin merefresh pemahamam tentang perusahaan jasa dan perusahaan dagang.


AKUN - AKUN YANG HANYA ADA DI SALAH SATU PERUSAHAAN.



 Akun-akun yang merupakan ciri khas perusahaan dagang selain seperti yang terdapat di perusahaan jasa adalah sebagai berikut :

  1. Akun pembelian di sisi debit (D)
  2. Akun penjualan dicatat di sisi kredit (K)
  3. Akun potongan pembelian dicatat di sisi kredit (K)
  4. Akun potongan penjualan dicatat di sisi Debit (D)
  5. Akun retur pembelian dicatat di sisi kredit (K)
  6. Akun retur penjualan dicatat di sisi debit (D)
  7. Akun biaya angkut pembelian dicatat di sisi debit (D)
  8. Akun biaya pengiriman dicatat di sisi debit (D)
  9. Akun persediaan barang dagang dicatat di sisi debit (D)
  10. Akun utang usaha dicatat di sisi kredit (K)
  11. Akun piutang usaha dicatat di sisi debit (D)
  12. Harga pokok penjualan dicatat di sisi debit (D)


PROSES DALAM KEDUA PERUSAHAAN.

  • PERUSAHAAN JASA
Perusahaan jasa adalah suatu perusahaan yang kegiatan usahanya ditujukan untuk memperoleh pendapatan/penghasilan melalui pelayanan jasa-jasa tertentu

Dalam proses perusahaan jasa hanya melakukan kegiatan menjual jasa. Dan ini yang menjadikan perusahaan jasa sangat mudah di lakukan proses penjurnalan. Akan tetapi jangan lupa jika melakukan proses penjurnalan dan pembuatan laporan keuangan harus dengan teliti. Jika salah sedikit bisa membuat kesaalahan pada laporan - laporan selanjutnya. 

  • PERUSAHAAN DAGANG
Dalam proses perusahaan dagang,ini terjadi banyak kegiatan jadi lebih rumit daripada perusahaan jasa. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian barang dagang kemudian untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya.kegiatan dalam perusahaan dagang ialah : Membeli barang dagang , Menjual barang dagang , Memberikan potongan jika perlu. dan lain-lain. Inilah juga yang membuat perusaahn dagang harus meiliki akuntan yang sangat teliti. Karena ke depannya perlu sekali seorang akuntan untuk bisa meninjau , membuat , memberikan informasi berupa alaporan yang valid dan bisa di pertanggungjawabkan.

PERBEDAAN JURNAL YANG DI GUNAKAN DI KEDUA PERUSAHAAN.

Jika di tinjau secara cermat,perbedaannya hanya ada di perusahaan dagang,kenapa ?. karena perusahaan dagang memiliki banyak aktivitas yang pada akhirnya memerlaukan banyak jurnal dalam pembuktiannya.
Contoh dari jurnalnya adalah sbb:
  • JURNAL KAS MASUK : ini mencatat hal - hal yang mempengaruhi pemasukan ke KAS,ini meruapakan jurnal khusus. Dan ini tidak ada di perusahaan jasa.
  • JURNAL KAS KELUAR : jurnal ini mencatat segala sesuatu yang mempengaruhi keluarnya uang dari kas. Hal ini bisa dalam transaksi apa saja. antara lain ialah : pembeliaan , penjualan dll.
  • JURNAL PEMBELIAN : Jurnal ini di pengaruhi oleh transaksi pembelian barang dagang yang di lakukan secara kredit(utang dagang).
  • JURNAL PENJUALAN : Jurnal ini di pengaruhi oleh transaksi-transaksi penjualan barang dagang secara kredit(piutang).
4 hal inilah yang di perusahaan jasa tidak ada. karena prusahaan jasa hanya menjual jasa saja. Tidak menjual barang. Tapi yang perlu di ingat ialah. Dalam proses pembuatan laporan keuangan dan penjurnalan,kita di tuntut untuk teliti dan hati-hati dalam pengerjaannya,kenapa ?. Saya tekankan jika tidak begitu aka terajadi kesalahan saat laporan itu sudah jadi. Semoga ringkasan saya ini bisa bermanfaat.

TAHAPAN PENJURNALAN PERUSAHAAN

  1. Mengidentifikasi transaksi-transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan.
  2. Mencatat semua bukti-bukti transaksi yang telah dianalisis ke jurnal umum
  3. menggolongkan dan memposting pos-pos jurnal ke akun masing-masing ke buku besar untuk menghitung jumlah/nilai dari tiap-tiap jenis akun
  4. buku besar disusun dalam suatu daftar yang disebut neraca saldo guna memeriksa keseimbangan antara jumlah saldo debet dan saldo kredit akun-akun buku besar
  5. Neraca saldo ini juga mengawali penyusunan neraca lajur
  6. Saldo-saldo akun yang di susun dalam neraca saldo tadi bersifat sementara
  7. Memposting dalam NERACA LAJUR
  8. Di lakukan penyesuaian dengan berdasar pada informasi pada akhir periode. Dengan penyesuaian ini akan memberikan gambaran jumlah pendapatan dan beban selama dalam 1 periode dan saldo harta dan hutang yang sesungguhnya pada akhir periode.
  9. Setelah itu membuat laporan keuangan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar